Pencarian
Bahasa Indonesia
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
Judul
Naskah
Berikutnya
 

Perbedaan Antara Agama Buddha dan Kristen, Bagian 7 dari 15: Tanya Jawab

Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut
Dalam episode ini, Maha Guru Ching Hai menjelaskan pentingnya seorang Guru yang hidup, dan hukum karma: “Apa yang kamu tabur, itulah yang akan kamu tuai.”

Jika kita benar percaya pada (Tuhan) Yesus dan ingin melihat-Nya, kita dapat pergi, tetapi kita harus bangkit ke tempat Dia tinggal. Dan itu hanya dapat dilakukan melalui ketekunan, meditasi, doa dan Kasih Karunia dari Guru yang Hidup. Karena seorang Guru, Seseorang yang berwujud manusia, lebih mudah dihubungi. Dan Dia yang berada dalam daging juga berada dalam roh. Tetapi Dia yang berada hanya dalam roh tidak dapat ada dalam daging. Itulah mengapa Guru yang Hidup lebih penting daripada Guru dalam roh, karena jika tidak Anda tak dapat melihat, Anda tidak dapat mencapai tingkatan itu.

Sang Guru, ketika berwujud tubuh, Mereka juga berwujud roh. Oleh karena itu, (Tuhan) Yesus, ketika Dia berada di Bumi, apa yang Dia katakan? “Aku dan Bapa-Ku adalah satu.” Dia berada di Bumi, memiliki tubuh jasmani, dan harus makan, berjalan, minum, seperti manusia fana lainnya. Namun Dia berkata, “Aku dan Bapa-Ku adalah satu.” Dia tidak berbohong; Dia mengatakan yang sebenarnya. Karena Dia berada dalam wujud manusia dan juga dalam wujud roh. Dia memiliki kedua instrumen untuk membantu orang secara jasmani maupun rohani. Buddha pun demikian. Ketika Ia masih berwujud manusia, Ia bahkan dapat mewujudkan diri untuk pergi ke Surga. Dia membawa murid-murid-Nya ke berbagai Surga yang berbeda.

Jika kita membaca kitab suci Buddha yang berbeda, kita akan melihat berbagai jenis Surga atau berbagai jenis Alam Buddha di dalamnya. Hal ini disebabkan oleh Kekuatan Sang Buddha, Beliau dapat bermanifestasi secara bersamaan di banyak tempat – di Bumi, di neraka, di Surga, di Tanah Buddha, di Kerajaan Tuhan, dan lainnya. Jadi, pada saat yang sama, Dia mengajar murid di berbagai tempat dan pada tingkatan berbeda, dan membawa orang yang berbeda ke Surga yang berbeda pada waktu yang bersamaan. Itulah Kekuatan Seorang Guru yang Hidup. Seorang Guru Sejati yang hidup harus miliki kekuatan semacam ini. Jika tidak, Dia bukanlah Guru yang Hidup. Maka itu, (Tuhan) Yesus, Dia bukan hanya berwujud fisik. Setelah Dia wafat, Dia bangkit lagi; Dia terbang ke Surga, tetapi itu bukanlah tubuh fisik-Nya yang sebenarnya. Itu adl tubuh cahaya, tubuh spiritual.

Alkitab terlalu pendek. Pengalaman seperti itu terlalu sedikit, terlalu langka. Oleh karena itu, kita tidak dapat memahami banyak kesamaan antara pengalaman umat Kristen dan pengalaman umat Buddha. Namun, berdasarkan pengalaman pribadi saya, saya tahu bahwa Yesus (Tuhan) memiliki kuasa yang sama seperti Buddha – Dia dapat muncul di mana saja, kapan saja, dan di tempat mana pun. Dengan kata lain, dia telah mencapai Kebuddhaan.

“Kristus” hanyalah nama Ibrani untuk Buddha; “Buddha” hanyalah nama Sansekerta untuk Kristus. Itu artinya Orang yang Tercerahkan, Seorang Santo yang Tercerahkan, Seorang Guru yang Hidup yang Mewujudkan Kebenaran, Cahaya, dan Keselamatan.

Begitu Anda mencapai tingkat Kebuddhaan atau Kristus, Anda dapat selamatkan sebanyak orang yang datang kepada Anda. Siapa pun yang datang kepada Anda meminta bantuan, Anda dapat bantu. Harta karunmu tak terbatas. Satu-satunya kesulitan adalah tidak banyak orang akan datang ke Anda – meskipun tidak seluruh dunia. Karena sebagian besar orang tertutupi, dikaburkan oleh ketidaktahuan dan kesalahpahaman mereka sendiri tentang seperti apa seharusnya seorang Buddha, seperti apa seharusnya Tuhan. Terlalu banyak halusinasi dan terlalu banyak doktrin, terlalu banyak dogma menjauhkan orang dari Perwujudan Kebenaran yang Hidup tersebut. Jika Anda seorang Buddhis, Anda terjebak dalam ajaran Buddha. Dan kau selalu berdoa pada patung Buddha kayu itu, berharap mendapat keselamatan setelah kau meninggal.

Nah, jika Anda benar-benar tulus, Anda pasti akan mendapatkannya. Jika Anda benar-benar tulus mengulang nama Buddha Amitabha, kemurnian hati Anda yang paling murni akan menyentuh Roh-Nya, dan Beliau akan membawa Anda menuju pembebasan setelah Anda meninggal – itu sudah pasti – atau bahkan dalam kehidupan ini. Namun sangat jarang seseorang dapat disucikan sendiri hingga tingkat seperti itu.

Oleh karena itu, para Buddha, Kristus, atau para Santo harus mewujudkan Diri mereka berulang kali ke dunia ini untuk menunjukkan diri mereka dalam wujud manusia, agar bisa berhubungan langsung dng mereka (manusia) dan membantu mereka untuk pulang ke Rumah. Oleh karena itu, kita melihat banyak periode waktu, Buddha datang, Kristus datang, Nabi Muhammad (Damai Beserta-Nya) datang, dsbnya. – semuanya ini kita sebut Nabi atau Utusan Allah – Mereka benar-benar adalah Utusan Allah.

Mereka berhubungan dengan Tuhan di Surga, dan Mereka juga berhubungan di dunia ini. Sama seperti Anda adalah bos besar dari sebuah Perusahaan besar, Anda punya kantor di mana-mana, dan perwakilan Anda juga ada di mana-mana. Dan mereka dapat menangani masalah orang-orang ketika mereka datang ke perusahaan Anda. Jika Anda tidak memiliki perwakilan di Australia, misalnya, akan sulit bagi masyarakat [Australia] untuk mengetahui bahwa Anda ada di Jerman atau di Amerika, bahwa perusahaan Anda menjual produk tertentu di Amerika. Dan ada begitu banyak masalah kecil dan detail, Anda perlu berhubungan langsung untuk menyelesaikan masalah tersebut. Jadi, para Utusan Tuhan atau yang disebut Orang Suci Tercerahkan adalah para Wakil Tuhan. Dengan berhubungan dengan mereka, kita akan berhubungan dengan Tuhan pada waktunya, dan itu adalah jalur langsung.

Jadi, ketika kita capai pencerahan, kita akan ciptakan Surga yang baru. Dan ketika kita melakukan sesuatu yang buruk atau berdosa, kita menciptakan neraka baru. Jangan berpikir bahwa neraka sudah ada dan menunggu Anda untuk jatuh ke dalamnya. Tidak, kita yang menciptakannya. Surga dan neraka adalah ciptaan kita sendiri.

Izinkan saya menceritakan sebuah kisah dari mitologi Hindu. Ada seorang pria yang sangat kaya, dan dia meninggal. Dia meninggal, dan kemudian tinggal di sebuah istana yang sangat indah di Surga. Dia tinggal di sana, tak ada masalah. Semuanya indah, dan disana ada istana emas untuknya. Tapi ia tinggal di sana berhari-hari; Dia tak lihat siapa pun di sekitarnya, sama sekali tak ada siapa pun. Maka ia pergi sangat jauh, lalu ia terus bertanya kpd seorang Malaikat, “Apa yang terjadi dengan istanaku?” Saya tidak memiliki pelayan. Aku tak punya siapa pun di sekitar, tak ada kerabat, tak ada apa pun; tak ada yg mengasihiku, mengapa?" Malaikat itu berkata kepadanya, “Itu karena ketika engkau masih di Bumi, engkau tidak mengasihi siapa pun.” Anda tidak memperlakukan para pelayan dengan baik, jadi Anda tidak bisa bawa mereka ke sini.”

Oke. Maka pria itu sangat sedih, kembali ke istananya dan merenungkan hal ini. Dia berkata, “Baiklah, jika saya kembali lain kali, saya akan bersikap ramah kepada orang-orang, sehingga saya akan menarik banyak orang untuk datang kepada saya, jika tidak, saya terlalu kesepian sekarang.” Jadi dia sedang merenung. Lalu, saat ia merenungkan hal ini, ia merasa lapar. Dia terus mencari makanan di lemari dapurnya. Di sana tidak ada apa-apa, sama sekali, tidak ada apa pun, bahkan sepotong roti kering atau chapati pun tidak ada. Chapati – roti India. Lalu dia duduk di sana sambil berpikir, "Aku sangat lapar."

Lalu dia terus berdoa lagi kepada Malaikat. Dia berkata, “Tolong datang.” Aku tak bisa datang sekarang. Aku terlalu lapar; aku tak bisa jalan. Tolong datang kepadaku. Saya ingin ajukan pertanyaan.” Maka malaikat itu, karena belas kasihan, datang kepadanya. Lalu pria itu bertanya ke Malaikat, “Apa yang terjadi? Aku tidak punya makanan, kenapa? Saya kira di Surga akan ada banyak makanan. Mengapa aku datang ke sini dan merasa lapar?”

Maka malaikat itu menjawabnya, “Semua itu adalah perbuatanmu. Saat kau berada di Bumi, kau tidak berikan apa pun kepada siapa pun. Orang-orang yang kelaparan datang kepadamu; kamu tidak memberi mereka makanan dan tempat tinggal. Jadi, itulah yang Anda dapatkan. Anda harus menciptakannya agar bisa memilikinya di sini.” Oh! Jadi, pria itu agak tercerahkan. Dia berkata, “Yah, itulah yang aku dapatkan, ya, kurasa, hukum karma.” Dan tak ada minuman, jadi dia tahu itu sama saja –bahwa apa yang tidak dia tabur semasa hidupnya, tak akan bisa dia tuai setelah kematiannya. “Apa yg kau tabur, itu yg akan kau tuai.”

Jadi, karena dia sangat sedih, dia berdoa kepada Tuhan. Dia berkata, “Kumohon, beri aku waktu lebih banyak untuk hidup, setidaknya dua minggu, agar aku bisa ciptakan lingkungan lebih baik bagi saya, sehingga saya bisa miliki sesuatu untuk dimakan dan minum.” Karena ketulusannya, Tuhan memberinya waktu dua minggu lagi untuk hidup. Dan selama dua minggu ini, dia berikan makanan dan minuman, dan tunjukkan kasih pada orang2. Jadi ketika dia kembali ke istana itu, dia memiliki banyak orang yang melayaninya dan menyayanginya, serta makanan dan minuman.

Namun ini hanyalah cerita kecil. Untuk menciptakan Surga yang tak terbatas, yang berarti Surga kekal, kita butuhkan lebih banyak lagi, lebih banyak lagi ketekunan dan kebajikan.

Sekarang Anda mungkin berkata,"Yah, saya hanya punya satu kehidupan. Bagaimana saya bisa ciptakan Surga tak terbatas untuk diri saya sendiri?” Nah, kalau begitu kamu pergi ke seseorang yang sudah menciptakan Surga yang tak terbatas, lalu kamu bergabung dengan-Nya dan pergi ke Surga itu, dan kamu juga bisa tinggal di sana. Tapi, menurut Buddhisme, kita juga miliki kehidupan demi kehidupan; Kita tak hanya ada satu kehidupan. Oleh karena itu, mungkin kita telah mengumpulkan cukup kebajikan dan pahala untuk dapat hidup di Surga yang tak terbatas seperti Surga Buddha Amitabha. Itulah yang Dia menciptakan sendiri.

Tertulis demikian dalam kitab suci, dan itu adalah kebenaran. Itulah sebabnya setiap kali seorang Buddha yang hidup berada di Bumi, orang-orang berbondong datangi Beliau untuk berlindung, karena mereka tidak cukup percaya diri bahwa mereka dapat menciptakan Surga mereka sendiri. Namun demikian, Sang Buddha atau Sang Guru yang Tercerahkan akan berkata kepada mereka, “Lihatlah! Surga bagi dirimu sendiri. Anda dapat menciptakannya melalui disiplin ini dan itu, melalui kebajikan dan praktik spiritual tertentu.”

Karena Rahmat Tuhan atau Belas kasih Buddha tak terbatas. Jika kita berpaling pada Mereka utk berlindung, kita mendapatkannya. Kini, Tuhan atau Hakikat Buddha adalah apa yang ada dalam diri kita; Itulah kekuatan tak terbatas yang hanya dimiliki oleh manusia. Kita dapat menemukan kekuatan tak terbatas ini dan menciptakan apa pun yang kita inginkan. Dan lupakan tentang neraka itu. Jika kita tidak menciptakan neraka, maka kita tidak akan memilikinya.

Namun, artinya kita harus hidup sesuai dengan petunjuk Sang Guru dan tidak menciptakan neraka baru bagi diri kita sendiri, melainkan menciptakan Surga. Jika tidak, semua neraka selalu kosong dan menunggu, dan semua Surga juga kosong dan menunggu kita? – Itu tak benar. Kita ciptakan itu.

Oke, saya akan berhenti sekarang. Jika ada pertanyaan, sila bertanya. Anda bisa menulis atau bertanya. Baiklah. (Saya datang terlambat dan saya tidak tahu apakah Anda sudah menjawab ini.) Tapi, izinkan saya tetap mengajukan pertanyaan ini. Apakah Anda tahu tentang Sant Mat atau Surat Shabd Yoga? Ya, ya, saya tahu.

(Bagaimana perbandingannya dengan apa yang Anda ajarkan, dan apa kesan Anda tentang hal itu?)

Mungkin serupa. Materi ceramaha saya lebih komprehensif, lebih luas – – baik pengetahuan maupun penjelasannya. (Jadi, Anda mengatakan bahwa Anda mengajarkan hal yang sama?) Saya rasa begitu, ya. (Oke. Apakah ini dijelaskan lebih detail di buku-buku Anda yang bisa saya dapatkan?) Ah, tidak, itu tidak dijelaskan di sana. Namun karena Metode Quan Yin, Anda tak dapat menjelaskannya, Anda hanya dapat sampaikan dalam hening. Jadi, apa yang saya jelaskan hanyalah semacam filsafat. (Jadi, metode meditasi Anda melibatkan Cahaya batin (Surgawi) dan Suara batin (Surgawi)?) Benar. (Oke. Terima kasih.)

Photo Caption: “Kamu Cukup Carilah Sang Bijak, Bukan Mendaki Jalan yang Sulit untuk Pencerahan!”

Unduh Foto   

Tonton Lebih Banyak
Semua bagian (7/15)
1
Kata-kata Bijak
2026-06-08
2601 Tampilan
2
Kata-kata Bijak
2026-06-09
2066 Tampilan
3
Kata-kata Bijak
2026-06-10
1991 Tampilan
4
Kata-kata Bijak
2026-06-11
1759 Tampilan
5
Kata-kata Bijak
2026-06-12
1579 Tampilan
6
Kata-kata Bijak
2026-06-13
1434 Tampilan
7
Kata-kata Bijak
2026-06-15
791 Tampilan
8
Kata-kata Bijak
2026-06-16
669 Tampilan
9
Kata-kata Bijak
2026-06-17
368 Tampilan
Tonton Lebih Banyak
Video Terbaru
Kata-kata Bijak
2026-06-17
368 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-06-17
467 Tampilan
Ringkas
2026-06-17
312 Tampilan
Berita Patut Disimak
2026-06-16
7115 Tampilan
Berita Patut Disimak
2026-06-16
881 Tampilan
Kata-kata Bijak
2026-06-16
669 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-06-16
821 Tampilan
Berita Patut Disimak
2026-06-15
826 Tampilan
30:18
Berita Patut Disimak
2026-06-15
397 Tampilan
Bagikan
Bagikan ke
Lampirkan
Mulai pada
Unduh
Mobile
Mobile
iPhone
Android
Tonton di peramban seluler
GO
GO
Aplikasi
Pindai kode QR, atau pilih sistem telepon yang tepat untuk mengunduh
iPhone
Android
Prompt
OK
Unduh